PSAKI – Lanjutan 5: MASALAH LISTRIK – Robertus Ismono

by

Dalam tulisan bulan lalu telah disampaikan mengenai permasalahan listrik. Berikut disampaikan penjelasan singkat atas masing-masing istilah tersebut.

Pemijaran; yaitu timbulnya panas yang tinggi sampai menimbulkan cahaya tanpa terjadinya nyala api karena tidak tersedianya Oxygen, contoh lampu incandescent. Alat-alat listrik yang dibuat untuk bekerja berdasarkan pemijaran tentunya sudah dibuat untuk penggunaan lama (ataupun malah sekali pakai). Terjadinya pemijaran yang tidak direncanakan (biasanya karena suatu penyebab lain) akan mengakibatkan kerusakan lanjutan, baik perlahan-lahan maupun seketika.

Kelelahan bahan: Alat-alat listrik dibuat dengan telah mempertimbangkan factor kelelahan bahan. Kelelahan bahan yang berlebihan (karena suatu penyebab luar, misalnya kabel yang dipindah jalurnya) akan memperpendek masa pakai alat listrik tersebut (misal karena isolasi kabel yang telah kurang elastis menjadi pecah akibat kabel dipindah jalur tersebut).

Cacat bawaan: Cacat bawaan menyebabkan kerusakan segera pada waktu alat listrik tersebut dioperasikan pertama kali ataupun berkurangnya masa pakai alat tersebut.

Pemasangan tidak sempurna: Kabel-kabel inti tunggal (single core) yang dipasang tidak dengan aturan yang benar dan jarak yang memadai, ataupun kabel-kabel inti jamak (multi core) yang dipasang dengan jarak kurang memadai akan mengalami pengaruh induksi yang mengakibatkan timbulnya panas dan turunnya daya hantar arus listrik yang juga menimbulkan panas. Panas ini akan memperpendek masa pakai kabel. Bila panas amat berlebihan, isolasi kabel dapat terbakar. Demikian pula kabel-kabel yang terlalu dibelokkan (setelah beberapa saat) akan robek isolasinya.

Lingkungan buruk: Lingkungan yang korosif, berkelembaban tinggi ataupun panas akan memperpendek masa pakai isolasi alat listrik.

Induksi arus listrik lain: Adanya induksi arus listrik lain terjadi karena tidak cukupnya jarak antara alat-alat listrik tersebut ataupun tidak memadainya (kurang kuat ataupun menjadi rusak) isolator yang ada. Induksi ini akan menimbulkan panas lebih yang ikut memperpendek masa pakai isolasi alat-alat listrik yang bersangkutan.

Cacat bahan: Cacat bahan, termasuk kwalitas bahan yang buruk, akan memperpendek masa pakai alat listrik yang bersangkutan ataupun rusak segera bila cacatnya cukup besar atau kwalitas bahan amat buruk.

Tertembusnya isolasi: Tegangan dan/atau arus berlebih dapat menembus isolasi sehingga isolasi menjadi panas ataupun timbul bunga api listrik yang merusak isolasi maupun benda di dekatnya.

Sambungan longgar: Sambungan longgar, termasuk kontak tidak sempurna dapat terjadi karena: 1. ausnya permukaan kontak karena pemakaian biasa (normal) maupun pemakaian berlebihan (putus – sambung yang terlalu sering), 2. debu/kotoran yang menempel di permukaan kontak, ataupun 3. penggunaan tidak benar (contoh pelilitan kawat tanpa sepatu). Sambungan longgar akan menyebabkan terganggunya arus listrik yang menimbulkan panas berlebih pada daerah tersebut yang akhirnya memperpendek masa pakai alat listrik yang bersangkutan atau segera merusakkan alat tersebut.

Tegangan lebih: Tegangan lebih akan menimbulkan panas, menembus, merusak bahkan membakar isolasi alat listrik.

Tegangan kurang: Tegangan kurang akan menyebabkan naiknya arus listrik sehingga menimbulkan panas, merusak bahkan membakar isolasi alat listrik.

Tegangan naik turun: menimbulkan akibat yang sama dengan tegangan lebih.

Beban lebih: menimbulkan akibat yang sama dengan tegangan kurang.

Induksi petir: Arus petir yang menuju bumi (baik melalui penghantar maupun tidak) menimbulkan induksi di sekitarnya yang menimbulkan kerusakan segera pada alat-alat listrik karena tegangannya akan menimbulkan panas yang tinggi.

Sambaran petir langsung: Tegangan tinggi sambaran petir akan menimbulkan panas berlebihan yang akan membakar habis (tidak meninggalkan jelaga) unsur-unsur fosfor, karbon, sulfur dari benda yang dilaluinya.

Arus balik sambaran petir: Sewaktu petir meluncur ke bumi, arus listrik dari bumi naik ke atas melalui penghantar ke alat-alat listrik. Tanpa pentanahan yang baik arus ini akan menimbulkan panas yang menimbulkan kerusakan segera pada alat-alat listrik tersebut.

Kegagalan fase: Jatuhnya (tidak adanya catu daya) salah satu fase dari 3 fase yang mencatu daya ke motor listrik tiga fase menyebabkan naiknya arus di 2 fase lainnya sehingga timbul panas di ke dua fase tersebut yang segera menyebabkan kerusakan isolasi pada 2 fase tersebut.

Kegagalan frequency: Alat listrik berfrequency 60 Hz yang dipasang pada frequency 50 Hz (frequency di Indonesia) dan sebaliknya akan mengalami resonansi tegangan dan arus yang kacau yang segera merusakkan alat listrik tersebut. Demikian pula frequency kurang atau berlebih yang dibangkitkan oleh pembangkit sendiri (misalnya genset Tertanggung).

Star delta starting failure: Kegagalan ini menyebabkan motor listrik tidak berputar, atau berputar terlalu kencang atau berputar terlalu pelan. Putaran lebih/kurang menimbulkan panas lebih yang segera merusakkan motor listrik yang bersangkutan.

F.L.A. (Full Load Amps): Motor listrik harus distart tanpa beban. Pada motor listrik yang distart dengan beban tersambung akan timbul arus lebih yang menyebabkan panas yang dapat segera merusakkan motor tersebut.

R.L.A. (Locked Rotor Amps): Motor listrik yang distart dalam keadaan kumparan magnet berlawanannya berhadap-hadapan (terjadi karena kondensator rusak dll.) tidak akan berputar. Arus yang dicatu akan menimbulkan panas yang segera merusakkan motor listrik tersebut.

Putaran lebih: Pada alternator yang menerima putaran lebih akan timbul tegangan lebih yang menimbulkan panas yang segera merusakkan alternator tersebut.

Beban harmonis: yaitu suatu keadaan dimana timbul impedansi resultant berlebihan dari sekumpulan motor-motor listrik yang sedang berputar yang menimbulkan panas lebih yang segera merusakkan pencatu daya motor-motor tersebut.

Pemasangan salah: Fase yang salah dipasangkan pada motor dapat menyebabkan motor berputar terbalik. Bila ia tidak dapat berputar terbalik maka akan timbul panas yang segera merusakkan motor tersebut. Demikian pula pemasangan star delta yang salah yang akan menimbulkan tegangan lebih atau kurang yang kemudian menimbulkan panas lebih yang segera merusak motor tersebut.

Digigit tikus: Isolasi yang rusak karena digigit tikus, pembelokan kabel berlebihan, kena pukul dll dapat menimbulkan hubung singkat yang segera merusak alat listrik yang bersangkutan.

Benda asing: Benda asing seperti air, tikus, logam dll yang menempel pada terminal sambung, terminal kontak atau penghantar tanpa isolasi dengan penghantar tanpa isolasi lain atau benda konduktor yang berhubungan dengan tanah akan menyebabkan hubung singkat. Benda keras seperti sekrup dll yang masuk ke celah motor/alternator listrik dapat melukai isolasi kumparan motor/alternator tersebut sehingga timbul hubung singkat.

Pemanasan lebih: Alat-alat listrik yang menghasilkan panas akan mengalami kerusakan bila terjadi pemanasan lebih, misalnya karena kegagalan pengatur panas (termostat).

Selain hal-hal tersebut di atas alat-alat listrik juga dapat menjadi rusak karena penyebab yang lebih mudah disimpulkan karena kerusakan fisik nyata seperti kebakaran, pecah, retak, putus, dll.

 

Penulis
Ir Robertus Ismono ICA
Adjuster
Tulisan ini pernah dimuat di Majalah Proteksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *