PSAKI – LANJUTAN 17: Pasal 5 – Robertus Ismono

by

Penulis tidak membahas Pasal 4 karena tidak menemukan permasalahan yang mungkin timbul. Selanjutnya, penulis mencatat bahwa judul dari Pasal 5 PSAKI adalah Kewajiban Tertanggung Dalam Hal Terjadi Kerugian atau Kerusakan. Pertanyaan pertama yang segera muncul adalah kenapa judulnya bukan Kewajiban Tertanggung Dalam Hal Terjadinya Klaim. Pertanyaan kedua, bila terjadi kerugian atau kerusakan atau kehilangan kepentingan atas ‘obyek pertanggungan’, tetapi Tertanggung tidak bermaksud mengajukan klaim, apakah Tertanggung masih wajib memenuhi Pasal 5 tersebut? Pertanyaan ketiga, bila terjadi kerugian atau kerusakan atau kehilangan kepentingan atas ‘bukan obyek pertanggungan’, apakah Tertanggung juga wajib memenuhi ketentuan tersebut? Kedua pertanyaan terakhir menurut hemat penulis penting dan sebaikya tidak diabaikan karena pasal ini diakhiri dengan kata-kata “Segala hak atas ganti rugi menjadi hilang apabila ketentuan dalam Pasal ini tidak dipenuhi oleh Tertanggung.” dan tidak disebutkan hak yang sekarang atau untuk kerugian/kerusakan yang akan datang (meskipun maksudnya tentunya yang sekarang).

Jawaban dan penjelasan atas ketiga pertanyaan diatas dapat bermacam-macam dan semuanya dapat mempunyai rujukan yang mendasar dan jelas. Namun bilamana Pasal ini dilihat sebagai satu kesatuan dengan pasal-pasal lain dalam polis, maka jawaban dari pertanyaan pertama adalah ‘ya’ karena bagi Penanggung ia tidak sekedar berkepentingan dengan klaim Tertanggung tetapi juga dengan sejarah kerugian/kerusakan/kepentingan. Dengan pengetahuan tersebut Penanggung dapat setidak-tidaknya menyimpulkan premi yang lebih memadai, ataupun ditambah dengan mengusulkan ketentuan tambahan, ataupun ditambah lagi dengan menyarankan hal-hal yang diperlukan.

Contoh: bila Penanggung mengetahui terjadi kebakaran yang tidak diklaim karena segera dapat dipadamkan oleh system pemadam kebakaran Tertanggung yang baik maka Penanggung dapat mempertimbangkan untuk memberikan FEA (Fire Extinguishment Appliances) diskon (bersama FEA warranty).

Contoh lain: bila Penanggung mengetahui bahwa kolam renang Tertanggung rusak dan tidak diklaim karena bukan kebakaran maka Penanggung dapat meniadakan kolam renang tersebut dari polis.

Contoh lain: bila Penanggung mengetahui bahwa sering terjadi pencurian yang tidak diklaim karena tidak dijamin polis maka Penanggung dapat menyarankan Tertanggung untuk meminta bantuan penguasa setempat untuk mengamankan harta bendanya.

Dengan acuan seperti pertanyaan pertama, maka jawaban atas pertanyaan kedua adalah Tertanggung ‘perlu” melaporkan kerugian/kerusakan yang terjadi. Selain itu, bilamana perbaikan atas suatu kerusakan menyebabkan kenaikan resiko, maka dengan melaporkannya ke Penanggung, Tertanggung telah memenuhi persyaratan pelaporan yang dicantumkan dalam pasal mengenai perubahan resiko.

Contoh: setelah hubung singkat listrik Tertanggung melaporkan bahwa ia mengganti seluruh kompor listrik (di permintaan pertanggungan dicantumkan) restorannya dengan kompor gas karena isterinya trauma tersengat listrik. Tiga bulan kemudian salah satu kompor gasnya meledak dan rumah terbakar. Dalam hal ini tidak ada pelanggaran atas ketentuan kenaikan resiko karena sudah dilaporkan.

Selanjutnya, bilamana sehubungan dengan perbaikan ada penambahan lain (diluar obyek pertanggungan yang telah disampaikan dalam permintaan pertanggungan), maka dengan pelaporan tersebut Tertanggung mempunyai nilai tambah (bargaining power) dalam menuntut bahwa penambahan tersebut juga termasuk jaminan polis. Contoh: setelah tersengat listrik Tertanggung melaporkan bahwa ia memasang ELCB (Earth Leakage Circuti Breaker) agar isterinya tidak tersengat listrik lagi dan voltage regulator agar kompor listriknya tidak gampang hubung singkat. Meskipun kedua barang ini tidak umum dipasang (di sebagian besar konsumen di Indonesia) dan tidak tercantum dalam surat permintaan pertanggungan, dengan pelaporan tersebut kedua barang ini menjadi termasuk harta benda yang dipertanggungkan.

Polis selanjutnya mencantumkan ketentuan wajib mengenai waktu pelaporan selambat-lambatnya 7 hari. Bila menyimak bahwa polis asing seperti PAR/IAR dan Standard Fire Policy (ABI) mensyaratkan waktu pelaporan sebagai ‘immediate” maka PSAKI bisa terasa kejam mengingat luas daerah, sarana komunikasi dan transportasi, budaya birokrasi dan sebagainya.

Contoh: bagaimana bila kepala keluarga yang mengetahui adanya pertanggungan meninggal dunia dalam kebakaran sementara isteri/anak repot mengurus penguburan, surat kematian dan lainnya sehingga baru 10 hari kemudian menemukan polis tersebut? Penulis percaya dan sungguh berharap semua Penanggung mau menerima keterlambatan ini dan tidak menolak klaim karenanya.

Ketentuan polis selanjutnya dalam butir 5.2.1 mewajibkan Tertanggung untuk “sedapat mungkin … mengijinkan pihak lain untuk menyelamatkan harta benda …”. Ketentuan ini mungkin sekali dibuat dengan hati yang tulus dan tanpa prasangka, namun sungguh menyulitkan Tertanggung dalam hal seperti kehilangan harta benda yang dipertanggungkan karena diserahkan kepada seseorang yang disangka tetangga untuk diselamatkan sewaktu kebakaran. Kerugian atas harta benda yang hilang tersebut dikecualikan oleh BAB II Pengecualian butir 1.1.1 dan hal seperti ini sangat sering terjadi dalam musibah kebakaran. Penanggung memang bisa memberikan kebijaksanaan dengan memberikan ganti rugi. Kalau ganti rugi untuk harta benda hilang ini ditanggung Penanggung sendiri, maka tidak ada masalah lain (selain masalah Penanggung sendiri). Tetapi kalau kemudian ditagihkan kembali dan menjadi beban reasuransi, maka belum tentu reasuransi bersedia menanggungnya. Selain itu dari sisi Tertanggung kebijaksanaan untuk suatu kasus sering menjadi kewajiban Penanggung. Di  sisi lain bisa saja reasuransi bersedia menanggung untuk klaim-klaim awal, tetapi lama kelamaan reasuransi berkeberatan. Jadilah kebijaksanaan tersebut menjadi tidak bijaksana.

 

Penulis
Ir Robertus Ismono ICA
Adjuster
Tulisan ini pernah dimuat di Majalah Proteksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *