PSAKI – LANJUTAN 11 Pengecualian – Robertus Ismono

by

Pengecualian 1.2.3 telah dibahas secara singkat dalam tulisan terdahulu.

Pengecualian 1.2.2 menyangkut tertabrak kendaraan, asap industri, tanah longsor, banjir, genangan air, angin topan atau badai. Meskipun tertabrak kendaraan dapat menimbulkan kebakaran dan/atau ledakan, tetapi dengan pengecualian ini maka kerugian, kerusakan dan/atau kehilangan kepentingan karena kebakaran atau ledakan tidak dijamin polis.

Dalam versi bahasa Inggrisnya istilah untuk angin topan dan badai adalah ‘windstorm or tempest’. Mungkin yang dimaksud dengan angin topan adalah windstorm (bukan typhoon ?, meskipun bunyinya hampir sama) dan badai adalah tempest (atau sebaliknya?).
Berdasarkan daftar Beaufort yang umum dikenal, windstorm (storm) adalah angin dengan kecepatan 48 – 55 knot (55 – 63 mph; 88 – 102 km/jam) dan tempest (violent storm) berkecepatan 56 – 63 knot (64 – 72 mph; 103 – 116 km/jam).

Sepanjang pengetahuan penulis kedua angin tersebut tidak pernah terjadi di Indonesia (paling-paling angin puting beliung dan angin puyuh yang kecepatannya di bawah 25 knot). Karena pengecualiannya hanya untuk angin topan dan badai maka angin puyuh dan angin puting beliung tidak dikecualikan. Jadi kerugian, kerusakan dan/atau hilangnya kepentingan karena kebakaran, ledakan atau kejatuhan pesawat (biasanya angin tidak menyebabkan petir) yang disebabkan oleh angin kencang yang tidak sekuat angin topan dan badai (termasuk angin puting beliung dan angin puyuh) dijamin oleh PSAKI.

Pertanyaannya, meskipun perluasan angin topan dan badai menjamin segala macam kerugian, kerusakan dan kehilangan kepentingan, namun bila angin topan dan badai tersebut tidak pernah terjadi di Indonesia, maka apa gunanya membeli perluasannya? Karena Tertanggung telah membayar premi tambahan, selayaknya ia mendapat suatu perluasan jaminan untuk sesuatu yang dapat terjadi. Jadi apakah perluasan jaminan tersebut dimaksudkan untuk angin puting beliung dan angin puyuh? Tentunya pembuat ketentuan tersebutlah yang paling tahu jawabnya.

Pengecualian selanjutnya pada butir 2.1.1 menegaskan bahwa PSAKI hanya menjamin kebakaran yang merupakan akibat/penjalaran dari kebakaran karena api atau panas yang timbul sendiri atau sifat barang itu sendiri, bukan penyebabnya. Pertanyaannya bila dalam satu gudang gaplek, ditemukan sebagian dari satu tumpukan (100 karung) terbakar sendiri dan kemudian menjalar ke seluruh gaplek di gudang tersebut, maka mana yang dikecualikan, seluruh gaplek, satu tumpukan atau sebagian dari satu tumpukan tersebut?

Bila mendasarkan pada hukum ‘keuntungan bagi si awam dari ketidak jelasan”(contra preferentum rule) dimana Tertanggung awam mengenai maksud kalimat tersebut sementara sebaliknya Penanggung juga awam mengenai mana yang penyebab (berapa dari 100 karung dalam satu tumpukan tersebut yang terbakar sendiri) maka 100 karung dikecualikan dan sisanya dijamin. Namun bila menyimak versi bahasa Inggrisnya yaitu ‘… property insured which is the cause of:’ maka seluruh gaplek yang terbakar dikecualikan. Demikian pula bila mendasarkan pada hukum proxima causa, maka seluruh gaplek yang terbakar dikecualikan (chain of events – unbroken sequence – with an excepted peril – excepted peril occurs first ->no liability).  Maksud sebenarnya dari pengecualian ini tentunya pembuatnya yang paling tahu, jadi bila timbul silang pendapat kita dapat bertanya kepada mereka.

Pengecualian selanjutnya pada butir 2.1.2 berbunyi: “2.1 … polis ini tidak menjamin kerugian atau kerusakan pada harta benda yang merupakan penyebab dari: 2.1.2 hubungan arus pendek yang terjadi pada suatu unit peralatan listrik atau elektronik, kecuali yang digunakan untuk keperluan rumah tangga baik menimbulkan kebakaran ataupun tidak”. Dengan melihat versi bahasa Inggrisnya maka jelaslah bahwa yang dimaksud dengan ’untuk keperluan rumah tangga’ adalah ’perabot rumah tangga’, bukan misalnya kompressor angin (yang bukan perabot rumah tangga) yang dimiliki bapak untuk membersihkan kompor ibu.

Pertanyaan pertama, bila suatu perabot rumah tangga mengalami hubungan arus pendek / ’korslet’ dan menimbulkan kebakaran pada bangunan, apakah perabot dijamin? Jelas perabot tidak dijamin karena ia penyebab, terlepas dari apakah ’korslet’nya menyebabkan kebakaran pada perabot itu atau tidak.

Pertanyaan kedua, bila ’korslet’ pada perabot tidak menyebabkan kebakaran pada perabot tersebut, tetapi kebakaran pada panel listrik, apakah panel listriknya dijamin? Dengan membandingkan dengan jaminan terkait yang  berbunyi: ”… secara langsung disebabkan oleh: 1. KEBAKARAN 1.2 yang diakibatkan oleh: 1.2.2 hubungan arus pendek” maka panel listrik itu dijamin.

Bila mengikuti alur di atas maka yang dimaksud dengan ‘baik menimbulkan kebakaran ataupun tidak’ adalah perabot rumah tangganya. Jadi bila ’korslet’ terjadi pada kompresor angin (yang bukan perabot rumah tangga) tetapi kompresornya sendiri tidak terbakar, malahan panel listriknya yang terbakar maka apakah panel listrik tersebut tidak dijamin?
Bila menggunakan rumusan pengecualian 2.1.2 maka jawabnya: panel listriknya tidak dijamin karena kompresornya tidak terbakar.
Bila menggunakan rumusan jaminan 1.2.2 maka jawabnya: panel listrik dijamin karena kebakarannya langsung disebabkan oleh ’korsletnya’ kompresor.

Dalam hal ini penulis berpendapat panel listriknya tidak dijamin karena ketentuan 2.1.2 lebih lex specialis dari pada ketentuan 1.2.2 (dimana 2.1.2 dirumuskan untuk 1.2.2).

Pengecualian selanjutnya yaitu butir 2.2.1 mengenai barang milik pihak lain yang dititipkan kepada Tertanggung atas dasar percaya atau komisi. Pengecualian ini dibuat untuk menghindari permasalahan ‘insurable interest’.

Pengecualian butir 2.2.2 sampai dengan butir 2.2.7 dibuat karena barang-barang tersebut lebih cocok dipertanggungkan dengan polis lain yang lebih specific.

Sampai bertemu di tulisan selanjutnya.

 

Penulis
Ir Robertus Ismono ICA
Adjuster
Tulisan ini pernah dimuat di Majalah Proteksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *