4 Hal yang Membuat Keuangan Bulanan Berantakan (2)

by

Jakarta – Dalam artikel sebelumnya sudah dibahas bahwa pencatatan adalah salah satu hal terpenting untuk dilakukan agar keuangan bulanan anda tidak berantakan. Lalu, apalagi yang harus anda lakukan?

Gampang Tergoda Diskon
Diskon memang sulit untuk ditolak, apalagi diskon yang hadir adalah diskon untuk barang yang Anda inginkan sejak lama. Bahkan, untuk barang yang sejatinya tidak Anda inginkan, bila ada diskonnya, (biasanya) Anda akan kalap juga.

Terkadang, orang yang sudah melakukan budgeting keuangan bulanannya pun akan tergoda oleh diskon yang ada. Karena memang, diskon yang ditawarkan terus menerus hadir dan sepertinya sulit untuk ditolak untuk tidak digunakan.

Tapi, sadarkah Anda bahwa sebenarnya diskon itu sulit Anda hindari karena sebenarnya Anda “undang” diskon-diskon itu sendiri?. Tentunya, diskon ini tergantung dari berapa banyak jumlah akun online shop yang anda ikuti di berbagai sosial media yang anda miliki.

Sehingga, bila Anda tidak ingin terus menerus tergoda oleh diskon, yang Anda perlu lakukan hanyalah tiga langkah sederhana. Pertama, mulai unfollow akun online shop di media sosial. Kedua, mulai unsubscribe dari newsletter beragam online shop tersebut, dan ketiga, unistall aplikasi online shop dari gadget anda.

Sebenarnya, membeli barang dengan diskon tidak ada salahnya. Selama barang yang anda beli adalah barang yang anda butuhkan. Yang menjadi masalah adalah, ketika anda membeli barang diskon tetapi barangnya tidak anda butuhkan sama sekali.

Kebanyakan Utang
Tidak bisa dipungkiri, membeli barang dengan utang memang menyenangkan. Kenapa? Karena Anda tidak perlu memiliki dulu uangnya untuk memiliki dan merasakan pengalaman menggunakan barang tersebut. Bahkan, utang bukan hanya untuk barang, tetapi liburan saja bisa dibiayai dengan utang.

Tapi sadarkah Anda bahwa ketika anda membeli barang dengan utang, artinya Anda belum memiliki kemampuan untuk membeli barang tersebut?. Sehingga, nantinya di masa depan ada sesuatu yang harus anda korbankan demi menutupi kekurangan yang telah ditutupi oleh utang.

Pertanyaan selanjutnya adalah, apakah utang itu baik atau buruk? Banyak orang berfikiran pesimis tentang utang dan bilang kalau utang itu jelek atau malah menghindari utang, tapi sebagian orang berargumentasi bahwa utang itu baik.

(bersambung)

Finance.detik.com
IARFC Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *